pijar cahaya hati, menari dalam sunyi. kerling mata menembus pijar, wajah kekasih didekap pagi, berselimut embun, pelangi mengeja makna, aku pilih warna!
Selasa, 18 Oktober 2011
Kata Mereka
Dalam ruangan ini aku telah kehilangan tempat nyaman menyimpan batin dan fikiran
selalu aku nikmati kesendirianku yang menyobek sunyi dalam nurani
selalu kejalan-jalan ku mencari susu yang belum puas kuteguk sa'at tawa merdeka kecilku meruah
slalu kejalan-jalan ku mencari sepertiga atap untuk berteduh
slalu kejalan-jalan ku mencari kehangatan, tempat bersandar, mengeluh, bersimpuh, dan mengusap peluh
slalu diantara desah nafas ku mencari keadilan Tuhan diatas sajadah yang meronta yang tertulis diatasnya ukiran relief petualangan garis-garis Tanganku . . .
selalu aku nikmati kesendirianku yang menyobek sunyi dalam nurani
selalu kejalan-jalan ku mencari susu yang belum puas kuteguk sa'at tawa merdeka kecilku meruah
slalu kejalan-jalan ku mencari sepertiga atap untuk berteduh
slalu kejalan-jalan ku mencari kehangatan, tempat bersandar, mengeluh, bersimpuh, dan mengusap peluh
slalu diantara desah nafas ku mencari keadilan Tuhan diatas sajadah yang meronta yang tertulis diatasnya ukiran relief petualangan garis-garis Tanganku . . .
Senin, 17 Oktober 2011
Surat Ke Barzah
Bunda, bila aku mencintaimu itu semata-mata karena dari rahimmu yang suci aku terlahir. Alasan itu sudah cukup bagiku untuk menyayangimu sepenuh jiwa. Jika kemudian cinta sayangku berkembang dan terus merekah, itu karena bunda selalu menitip kasih sayang di padaku tanpa pernah ada keinginan untuk mengambilnya kembali. Sungguh aku merasa mendapat kemuliaan tak terkira, berkesempatan menjaga cinta itu agar terus bersemi di bilik hati.
Bunda, kau memang sangat teramat istimewa bagiku, kau adalah sosok wanita yang selalu kukagumi sepenuh hati karena ketegaran dan ketulusan cintamu.
Bunda, kau memang sangat teramat istimewa bagiku, kau adalah sosok wanita yang selalu kukagumi sepenuh hati karena ketegaran dan ketulusan cintamu.
Langganan:
Postingan (Atom)